PROSPEK PENGEMBANGAN SAPI PERAH DI JAWA TENGAH

Susu merupakan salah satu bahan makanan yang kaya akan protein dan sangat dibutuhkan terutama oleh balita. Booming permintaan susu dalam negeri terjadi, akibat peningkatan harga susu dunia yang mencapai US $ 4000 per ton.

Hal ini dipicu oleh kebijakan Uni Eropa dan beberapa negara penghasil susu yang mengurangi subsidi bagi usaha peternakan sapi perah, sehingga tidak ada insentif bagi peternak negara asing untuk mengembangkan usahanya. Kondisi ini menguntungkan  bagi peternak sapi perah Indonesia karena akan terjadi peluang untuk meningkatkan posisi tawar kepada buyer  susu dan industri pengolahan susu.
Usaha yang selama ini dilakukan oleh kelompok peternak (membentuk asosiasi), pemerintah daerah, koperasi, perguruan tinggi dan pemerintah pusat mencoba untuk “mengangkat” peternakan sapi perah mewujudkan hasil yang nyata, meskipun masih pada tahapan yang belum maksimal.
Kondisi peternakan sapi perah di Jawa Tengah
1. Populasi sapi perah pada tahun 2006 adalah 112.153 ekor, dengan produksi susu 78.231 ton  serta jumlah peternak 28.400 orang (Laporan Tahunan Dinas Peternakan Prov. Jawa Tengah 2006).
2. Kualitas susu masih rendah dengan kadar lemak 2,91 %, SNF 7,69, TS 10,6, TPC < 5 juta. Rendahnya kualitas susu disebabkan karena rendahnya pemberian pakan konsentrat (kualitas dan kuantitas), hijauan, tata laksana / managemen pemeliharaan.
3. Harga susu di tingkat peternak Jawa Tengah pada saat ini telah mengalami peningkatkan dari harga Rp.1.450,-/lt menjadi Rp.1.600/lt – Rp.1.900,-/lt, bahkan di koperasi “Andini luhur” sudah mencapai harga Rp. 2.700 /lt, rata-rata Rp. 2.300,-/lt. Perbedaan harga ini  tergantung dari kualitas susu yang dilihat  dari kandungan TS (Total Solid) dan TPC ( Total Plate Count) / kandungan bakteri di dalam susu segar. Pada saat ini TS tertinggi yang telah dicapai peternak kabupaten Semarang adalah 13,28 dan TPC antara 1,02 jt /ml sampai 5 juta /ml susu. Bahkan ada susu dengan TPC hanya 390 rb/ml susu.
Harga susu segar di Provinsi Jawa Tengah  memang lebih rendah jika dibandingkan dengan harga susu segar di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat, (Jawa Timur dan Jawa Barat harga susu segar rata-rata Rp.2.500,- Rp.3.500,-). Salah satu penyebab rendahnya harga susu di Jawa Tengah adalah kualitas susu yang masih rendah dan belum adanya  IPS sendiri, sehingga untuk menuju ke IPS yang terletak di Jawa Barat/ Jawa Timur membutuhkan ongkos transportasi yang cukup mahal.
4. Produktivitas ternak rendah, rata-rata 7 – 9 liter/hari, hal ini disebabkan karena kualitas bibit yang rendah dan bibit sudah tua, kualitas pakan rendah,  managemen yang tradisional, calving interval panjang > 18 bulan.

5. Mata rantai tataniaga susu yang panjang, dari peternak ke loper (pengumpul), tempat penampungan sementara, Koperasi Unit Desa, GKSI dan terakhir ke  IPS, sehingga mengakibatkan tingginya biaya pemasaran bagi peternak.

6. Diversifikasi usaha produk olahan susu/pengolahan pasca panen persusuan belum berkembang di daerah sentra susu, dalam upaya meningkatkan nilai tambah.

7. Peran sektor swasta (investor) di bidang persusuan (IPS) masih sedikit sehingga susu harus dipasarkan ke luar Provinsi Jawa Tengah

8. Kabupaten /Kota yang berpotensi pengembangan sapi perah adalah Boyolali, Semarang, Salatiga, Klaten, Kota Semarang, Kab Magelang, Banyumas, Sukoharjo dan Wonosobo.
Upaya-upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam rangka mengembangkan usaha  peternakan sapi perah di Jawa Tengah antara lain:

1. Tahun 2004 pemerintah Jepang melalui The Project for Dissemination of Appropriate Dairy Technology Utilizing Local Resources telah memberikan bantuan yang berupa teknologi bagi peternak sapi perah guna meningkatkan produksi dan produktivitas sapi perah di Provinsi Jawa Tengah. Bantuan yang diberikan berupa Training of Trainer (TOT) untuk petugas dan peternak sapi perah di lokasi target area dan bantuan peralatan sesuai dengan kebutuhan peternak. Jumlah petugas dan peternak yang telah mengikuti TOT di Cikole sebanyak 53 orang. Berdasarkan hasil feasibility study oleh Tim JICA maka Kabupaten Semarang telah ditunjuk sebagai lokasi target area kegiatan yaitu  Dusun Kemiri Desa Jetak Kecamatan Getasan.
2. Bantuan Demplot kandang model JICA di Kabupaten Semarang dan Boyolali (dari dana APBD I dan swadaya masyarakat dari tahun 2005 – 2007)

3. Melaluin dana APBD I dan APBN  telah dibangun VBC (Village Breeding Center) antara lain di Kabupaten Boyolali, Semarang, Wonosobo, Kota Semarang, Klaten dan mendorong Kabupaen/Kota untuk mengalokasikan pust-pusat pembibitan pedesaan melalui dari dana APBD II maupun DAK. Peranan swasta antara lain ”Rowo Seneng” di Kec. Kandangan Kab. Temanggung untuk mengembangkan perbibitan dan budidaya sapi perah; Pondok Pesantren”Sabil Ul Khoirot” di Desa Butuh Kec. Tengaran Kab. Semarang juga telah mengembangkan budidaya sapi perah dimana hasil susunya telah dimanfaatkan untuk anak-anak pondok pesantren.

4. Bantuan ternak sapi perah baik dari  pemerintah pusat/Ditjen Peternakan  maupun dari pemerintah daerah Provinsi/ Kabupaten/Kota

5. Proses pembentukan Tim Persusuan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta

6. Disamping Koperasi Unit Desa yang tersebar di Kabupaten/ Kota jalur susu , tahun 1998 telah terbentuk Koperasi serba usaha “ Andini Luhur” yang telah mengangkat harga susu peternak di kabupaten Semarang yang diketuai oleh Bpk. Agus Warsito

7. Peran serta GKSI sebagai penyedia sapronak dan sebagai pengumpul serta pemasaran susu ke IPS.

8. Peranan perbankkan yang telah memberikan berbagai fasilitas kredit bagi usaha peternakaan sapi perah.

9. Pembentukan Pengurus Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) di Kota Solo yang diketuai oleh Bpk. H. Masngut Imam Santoso dan  untuk Provinsi Jawa Tengah diketuai oleh Bpk. Agus Warsito dari koperasi “ Andini Luhur” yang berperan mengangkat peternak sapi perah di Indonesia.

10. Peran serta peternak sapi perah dan IPS yang peduli pada sesama (al. P Kasimin Kab. Wonosobo dengan menjual susu pasturisasi seharga     Rp. 500,- untuk anak-anak sekolah TK dan SD di wilayah Kabupaten Wonosobo dan ternyata mempunyai dampak yang positif terhadap kecerdasan anak-anak sekolah ; perusahan susu Citra Nasional dll.

11. Berbagai sarana dan prasarana baik dari dana APBN dan APBD telah digunakan untuk pengolahan susu segar menjadi susu pasteurisasi.

Kendala yang masih dihadapi dalam usaha peternakan sapi perah :

1. Kualitas bibit yang masih rendah karena  banyak bibit yang sudah tua sehingga

perlu adanya peremajaan bibit sapi perah
2. Kualitas pakan yang masih rendah dan belum optimalnya penggunaan pakan

lokal.
3. Penerapan teknologi yang belum merata disemua peternak
4. Susu segar merupakan bahan makanan yang mudah rusak, sehingga perlu

penangan yang cepat dan tepat.
5. Belum adanya IPS yang dapat menampung susu dari peternak.
6. Harga pakan jadi(konsentrat) yang dirasa masih cukup tinggi.
7. Belum adanya pabrik pakan jadi (konsentrat) yang dapat menjamin ketersediaan

pakan jadi secara kontinyu dan murah.

Peluang usaha peternakan sapi perah:
Selain susu segar yang diperoleh peternak sapi perah,  daging juga  diperoleh dari penggemukan sapi perah jantan serta kotoran untuk pupuk kandang dan biogas. Hal inilah yang mendorong peternak sapi perah untuk tetap mempertahankan usahanya dalam bidang peternakan sapi perah. Peran serta  pemerintah, swasta serta perbankkan sangat diperlukan dalam mengembangkan usaha budidaya/ peternakan sapi perah untuk meningkatkan ketersediaan susu yang semakin tahun semakin meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah penduduk, konsumsi protein hewani dan kesejahteraan masyarakat. Serta untuk mendongkrak pendapatan peternak sapi perah yang selama ini  relatif kecil.

Sumber : Dinas Peternakan Prov. Jawa Tengah Diperbaharui Terakhir ( Mar 26, 2008 at 07:43 AM )

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: