LANGKAH REGRESI DAN KORELASI

Statistik Parametrik

Uji Korelasi Pearson

Jika data hasil perhitungan memenuhi asumsi analisis keragaman, maka kita harus melanjutkannya dengan uji korelasi Pearson. Uji ini dimulai dengan mengklik Stat, Basic Statistics, kemudian Corerelation. Pada Variables, C2 C3 disorot lalu klik Select, maka akan tertera C2 C3 di variables. Klik pada kotak Display p-value sampai tertera tanda ceklist, kemudian klik OK. Pada hasil ini, kita harus memperhatikan nilai korelasi Pearson dan nilai p-nya untuk kemudian ditarik kesimpulan. Setelah selesai, hasil olahan minitab tersebut disimpan  dengan mengklik File, Save session window as : C:\PENKOM\MAYORFAPET\KOPEARSON-NAMA MHS atau tempat yang Anda inginkan.

Buka file tersebut pada MSWord, klik file, open, cari file tersebut. Klik Save setelah dibuka lalu klik No, sorot Word document, klik save, file tersebut akan berbentuk word document yang bisa diedit dan dibuat kesimpulan. Grafik yang sudah dibuat, disisipkan ke dalam word document yang kemudian bisa dibuat kesimpulan.

Uji Regresi

Buka Stat dan diteruskan klik Regression, regression. Pada responses sorot C3 dan pada predictors sorot C2, klik OK. Simpan data hasil olahan pada minitab di tempat yang Anda inginkan. Untuk meindahkannya ke word document, buka kembali file tersebut, setelah dibuka, simpan kembali tapi klik No ketika ada pertanyaan yang muncul. Sorot Word Document, klik save.

Pada lembar olahan data, akan muncul grafik plotting dengan sumbu X adalah Rank dan Y adalah Ordered data. Di bawah gambar akan muncul nilai W (Shapiro-Wilk) dan P. Bila nilai P>0,05 maka Ho diterima dan data memenuhi asumsi pokok analisis keragaman untuk kebebasan galat. Simpan file tersebt di tempat yang Anda inginkan.

Klik Statitictsc untuk langkah selanjutnya, lalu klik Randomness, klik Normality Tests, dan klik Normal Probability Plot. Pada kotak dialog Normal Probability Tests lik judul pada klom pertama yang anda buat, misal PRODUKSI, klik tanda panah arah kanan, klik OK.

Pada lembar olahan data, akan muncul grafik plotting dengan sumbu X adalah Rank dan Y adalah Ordered data. Di bawah gambar akan muncul nilai W (Shapiro-Wilk) dan P. Bila nilai P>0,05 maka Ho diterima dan data memenuhi asumsi ANOVA untuk kebebasan galat. Simpan file tersebut di tempat yang Anda inginkan.

Jika data memenuhi asumsi okok analisis keragaman, maka untuk menghitung koefisien korelasi dan persamaan regresinya digunakan statistik parametrik.

>Uji Korelasi Pearson

Klik Statisticts, Linier Models dan Correlation (Pearson) pada Minitab. Di kotak dialog Cerrelation, klik judul kolom selanjutnya, misal LAMA, klik tanda panah arah kanan, klik judul kolom sebelumnya, misal PRODUKSI, klik tanda panah arah kanan, klik OK. Beri tanda cheklist pada Fit Constant dan Compute P-Values, klik OK.

Pada lembar olahan data, akan tampil hasil. Nilai koefisien korelasi berikut nilai P-nya. Jika p>0,05 maka ditemukan hubungan keeratan (korelasi) antara sifat lama dan jumlah produksi mesin. Jika sebaliknya, maka tidak demikian. Jika hubungan antara kedua sifat beda, pengolahan dapat diteruskan ke persamaan  regresi linier. Simpan data, klik minimize pada ujung kanan atas lembar hasil olahan data, maka akan kembali muncul lembar data.

>Uji Regresi

Klik Statisticts, Linier Models dan Linier Regression.  Di kotak dialog Linier Regression, pada variables sorot PRODUKSI, di Dependent Variable klik tanda panah arah kanan, kembali ke variable. Sorot LAMA, di independent variable, klik tanda panah arah kanan. Beri tanda cheklist pada Fit Constant , klik OK. Pada lembar olahan data, akan tampil hasil. Nilai konstanta (a) dan koefisien regresi (b) diperoleh. Persamaan Regresi dapat dibuat, hasil ini juga menampilkan tabel analisis regresi. Simpan data. Bila ingin mengkopi data dari lembar data STATISTIX ke MINITAB, dapat dilakukan dengan operasi copy paste. Disarankan untuk mengkopi data dari MINITAB ke STATISTIX, dan bukan sebaliknya, karena akan memudahkan pemasokan data.


Korelasi Spearman

Data yang merupakan nilai skor harus diolah secara statistik non parametrik,  untuk memperolehnya digunakan korelasi spearman dan persamaan regresi linear. Perhitungan nilai korelasi spearman dan persamaan regresi dapat dicari dengan menggunakan aplikasi minitab 14. Pertama, kita buka aplikasi minitab 14, masukkan data yang akan dihitung pada kolom-kolom yang tersedia, misalnya “Pekerja pada C1, C2, C3, dan seterusnya”. Setelah data selesai dimasukkan, untuk memproses data tersebut klik Data kemudian klik Rank. Pada Rank data in, sorot C3 lalu klik Select. Pada Store ranks in, ketik C4 dan klik OK, begitu juga untuk data selanjutnya. Pada Worksheet terdapat data Rank di C4 dan C5.

Selanjutnya klik Calc dan Calculator, sementara di Store result in variable ketik C6. Pada Expression sorot C4 lalu klik Select dan klik tanda – (minus), sorot C5 kemudian Select dan klik OK. Langkah yang hampir sama dilakukan untuk mengetahui nilai dari hasi perkalian antar C6 menggunakan tanda * menggantikan tanda – pada langkah sebelumnya. Klik Calc dan Column Statistics, sementara pada statistics klik sum dan pada input variable sorot C7, klik select serta pada Store result in ketik k1 dan klik OK. Pada Session terdapat nilai k1 dan pada worksheet terdapat C6 dan C7.

Untuk mendapatkan nilai k2, klik Calc lalu klik Calculator. Ketik k2 pada Expression, klik tanda 6 dan tanda * kemudian sorot k1, klik select dan OK. Langkah selanjutnya sama, yaitu pada k3 perhitungan 8*8, pada k4 perhitungan k3-1, pada k5 perhitungan k4*8, pada k6 perhitungan k2*k6, dan pada k7 perhitungan 1-k2. Cara untuk memunculkan hasil perhitungan tersebut, klik data lalu data display dan sorot k1 sampai k7, klik select dan OK. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari perhitungan tersebut, nilai korelasi spearman (rs) sama dengan nilai k7.

Selanjutnya adalah pengujian t dengan membuka Calculator pada Calc terlebih dahulu. Ketik k8 pada Store result in variable dan klik tanda 8, tanda – serta klik select pada Expression lalu klik OK. Calc dan Calculator kembali dibuka, pada Store result in variable diketik k9. Pada Function sorot Square root, klik Select, dapat dilihat pada Expression terdapat tulisan SQRT(number), ubah number dengan k8 lalu klik OK.

Langkah berikutnya klik Calc, Calculator, ketik k10 pada Store result in variable dan sorot k8, klik tanda *, sorot c9 pada Expression lalu klik OK. Hal yang sama dilakukan untuk mendapatkan C11 dan C12 dengan perhitungan C7*C7 untuk C11 dan perhitungan 1-k11 untuk k12. Ulangi langkah mencari SQRT seperti sebelumnya, tapi number diganti dengan k12. Klik Calculator dalam Calc, ketik k14 pada Store result in variable. Sorot k10, klik select, tanda /, sorot k13 pada Expressions lalu klik OK. Selanjutnya display data dengan menyorot k8-k14, klik select, OK. Nilai t hitung adalah k14 yang didapat dari perhitungan sebelumnya. Untuk memperoleh daerah kritisnya, buka tabel t(0,05/2) n=8 di buku statistik. Bandingkan k14 dengan daerah kritis, berikutnya dapat ditarik kesimpulan.

Buka Calculator kembali, ketik C15 pada Store Result in variable dan tanda 8+1 pada Expression, klik OK. Ketik k16 pada Store result in variable dan klik tanda 1-k7 pada expression, klik select dan OK. Ketik k17 pada Store Result in variable dan sorot k16/2 pada expression, klik select, OK. Selanjutnya k18 pada Store Result in variable, sorot k15*k17, klik select, OK. Nilai k18 ini merupakan nilai a. Setelah semua langkah-langkah ini sudah dilakukan maka dapat dibuat persamaan regresi dari hasil yang diperoleh, yaitu Y=a+bX. Selamat mencoba!^^

3 Comments (+add yours?)

  1. revanholic
    Dec 25, 2009 @ 05:49:58

    yg pearson mana?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: