Profesional…

Kata itu seakan telah lekat dalam benak ini meminta untuk segera diwujudkan. Kata itu seperti cambuk yang membuat saya terus bertahan dan berusaha berjalan meski harus merangkak sekalipun. Tapi kata itu juga meninggalkan luka-luka kecil, yang kadang terasa perih ketika tersentuh. Ia nyata, tapi terkadang sangat abstrak ketika ingin menggambarkannya dan menjalankannya. Ingin sekali mengamalkannya saat ini dan seterusnya, namun selalu saja ada sesuatu dalam diri ini yang seolah-olah menjadi penghalangnya. Sungguh, niat itu ada bahkan bukan sekedar niat tapi sebuah target yang menjadi prioritas utama untuk mencapainya. Selalu saja salah… selalu saja kurang… selalu saja lalai…

Jangan tanya kenapa, karena bahkan saya sendiri sulit untuk menemukan jawabannya atau lebih tepatnya sulit memilih kata. Hidup ini kadang menyampaikan pesan yang kita harapkan, namun tidak sedikit pula sebuah pesan yang kita enggan untuk mendengarkan. Hidup ini menciptakan pelatihan dengan cara yang kita sukai, namun sering juga dengan cara yang tidak kita sukai. Saya berada pada pilihan yang kedua tanpa bisa mengelak. Saya sangat cemas teman,, cemas ketika saya merasa tidak mampu melakukannya dan kalian berpikir mampu. Cemas ketika saya merasa kurang dan kalian berpikir lebih.

Sekarang harapan saya hanya sekecil nyala lilin saja.. berharap dapat besar kembali sama ketika saya membuat target tentang apa yang saya ingin lakukan dahulu sebelum keputusan itu mengikat saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: