Kabar itu datang…

Kabar itu datang, di sore hari yang mendung. Kabar duka dari seorang teman seperjuangan, ia telah berpulang ke rahmatullah. Seperti suara Guntur tanpa kilat, kabar itu sangat mengejutkan… tidak ada yang pernah mengetahui kapan ajal akan datang. Rasanya baru kemarin kami sholat berjamaah, berdua saja. Di malam ramadhan yang gelap karena sedang mati lampu. Di tengah fisik kami yang sedang sama-sama lemah karena demam yang naik turun, di tengah sakitnya tenggorokan, saya menjadi imamnya. Ah, ia masih mengingatkan saya ketika bacaan surah saya salah… kini ia telah pergi. Bahkan tanpa meninggalkan pesan sedikitpun, sms yang saya kirim padanya saat beliau sakit tak kunjung ada balasan. Saya berniat menegurnya ketika masuk, menanyakan kabarnya secara langsung sebelum kami beraktivitas lagi pada amanah yang sama. Tapi kini ia telah pergi dan takkan pernah menemui saya lagi. Saudariku,, kemarin Allah memberikan kesembuhan padaku, namun ternyata Ia mengirimkan malaikat untukmu..

Di bulan suci ini, engkau meninggalkan kami… sekaligus menampar kami keras-keras. Bahwa mungkin saya pribadi tidak mengisi bulan ini dengan sempurna, kapan saja.. ia bisa menghentikan nafas saya dan membawa ruh ini pergi. Apalagi setelah saya sakit kemarin… bukankah bisa saja Allah mengirimkan malaikat yang sama saat ini, esok atau lusa?

 

diBawahLangitRamadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: