Protein hewani;Protein nabati “saling melengkapi”

Tidak perlu dijelaskan bahwa untuk pembentukan otot atau tubuh, tidak hanya dibutuhkan olah raga teratur, istirahat yang cukup dan nutrisi seimbang. Siapapun juga tahu, bahwa nutrisi utama untuk pembentukan otot adalah protein. Tanpa perlu dibeberkan lagi Anda pun pasti sudah tahu sejak duduk di bangku SD bahwa sumber protein terutama adalah daging, ikan, telur, keju dan susu. Yang terakhir ini, tampaknya sudah menjadi ‘trade mark’ dan menu wajib bagi mereka yang rajin pergi ke gym demi postur tubuh bak bintang Hollywood.

Protein adalah senyawa organik kompleks yang tersusun atas rantai-rantai asam amino. Bersama karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral, protein merupakan zat gizi yang takarannya harus pas di atas meja makan kita. Kualitas protein ditentukan oleh kadar asam aminonya. Asam amino digolongkan menjadi yang esensial (bisa diproduksi tubuh), seperti leucine, isoleucine, phenylalanine, dll, dan nonesensial (tidak bisa diproduksi tubuh sehingga harus tersedia dalam makanan sehari-hari), seperti alanine, tyrosine, proline, dll. Semakin lengkap kandungan asam aminonya, semakin berkualitas makanan tersebut. Patut menjadi perhatian kita bahwa tidak ada satupun bahan makanan di dunia ini dengan kandungan asam amino (bernilai biologis) lengkap.

Bedasarkan sumbernya, protein dibagi menjadi dua golongan, protein nabati dan hewani. Kabar yang kurang menyenangkan bagi kaum vegetarian adalah bahwa protein nabati memiliki nilai biologis yang lebih rendah ketimbang protein hewani. Tetapi demikian, keduanya harus saling melengkapi. Boleh dibilang bahwa sumber protein digolongkan menjadi kelas satu dan kelas dua. Sereal, kacang-kacangan (termasuk kedelai)masuk kelas dua. Sedangkan daging, telur dan susu masuk golongan elit kelas satu bedasarkan nilai biologisnya. Untunglah, berkat kemajuan teknologi, kaum vegetarian tidak harus pusing dengan hal ini. Sekarang ditawarkan asam-asam amino, baik esensial maupun nonesensial dalam bentuk suplemen-suplemen.

Banyak orang menyangka susu adalah susu meupakan sumber protein terbaik. Pendapat tersebut tidaklah salah, namun ternyata, telur memiliki nilai biologis yang lebih tinggi daripada susu. Tetapi, perlu diingat bahwa telur juga memiliki kadar kolesterol yang cukup tinggi juga. Sehingga, seperti yang disarankan tadi, menu variatif merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi kecukupan protein ataupun zat-zat gizi lainnya. Asam-asam amino yang terdapat dalam protein merupakan bahan baku untuk pembentukan sel-sel tubuh, disamping peran-peran lainnya seperti menjaga keasaman darah, sebagai enzim, dan sebagainya. Semua sel, tak terkecuali sel otot, terdiri dari protein. Ketika otot berkontraksi, sebenarnya terjadi reaksi biokimia aktin dan miotin yang merupakan salah satu bentuk protein. Rangka sel juga mengandung protein.
Selain itu, enzim yang berperan dalam setiap metabolisme, termasuk pembentukan energi, juga terdiri atas protein. Berangkat dari hal-hal ini, maka dapat disimpulkan betapa protein sangat penting, tidak hanya bagi otot, tapi bagi tubuh kita.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat mendukung hal ini. Dikabarkan bahwa hasil pengamatan dari mereka yang meminum susu setelah latihan fisik, didapatkan kadar asam amino dalam darah mereka jauh lebih tinggi dibanding yang tidak Kemudian dalam sepuluh minggu, hasil dari mereka yang meminum susu setelah latihan fisik lebih memuaskan dibanding yang tidak.

Dewasa ini, banyak ditawarkan produk-produk susu yang mengandung jumlah protein dan kadar creatine yang cukup tinggi dibandingkan susu biasa. Produk susu yang laris manis oleh kaum pria ini menjanjikan bahwa susu tersebut dapat membantu pembentukan otot yang lebih cepat. Menurut hasil penelitian sejumlah ahli, creatine, yang terdapat berlimpah pada macam susu Tersebut, memang terbukti dapat meningkatkan energy output sehingga dapat mendukung anda berlatih dengan lebih tekun! Hasilnya? Perangsangan yang lebih tinggi untuk pembesaran otot! Tetapi, creatine tidak sesuai jika Anda bermaksud untuk menurunkan berat badan karena creatine malah akan memambahkan berat badan anda (otot) dan juga akan menyebabkan retensi air berlebihan, yang menjadi salah satu penyebab perut buncit. Secara alamiah, creatine bisa diperoleh dari daging, ikan dan lain-lain. Namun ingatlah bahwa, semakin banyak asupan protein, maka kerja ginjal akan semakin berat. Jika ginjal Anda tidak bermasalah, maka makanan dan susu tingi protein bukan masalah, namun bagi mereka yang memiliki masalah dengan ginjal mereka, angka protein yang tinggi malah menjadi momok.

Maka, keseimbangan diperlukan dalam hal ini. Kita tidak boleh menganggap salah satu lebih baik dari yang lainnya, tapi yang harus kita lakukan adalah bagaimana menyeimbangkan asupan gizi yang cukup dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Kedua protein ini fungsinya saling melengkapi, makanlah apa-apa yang telah dihalalkan dan jangan mengharamkan apa yang telah dihalalkan. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Wallahu’alam.. semoga bermanfaat.

Dapus : http://zicoe.com/2010/05/01/antara-susu-dan-otot/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: